This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 20 April 2011

Brutalisme Tentara - 2

Penyerangan brutal tentara bersenjata terhadap warga sipil dan petani pada Sabtu (16/4) jam 14.00 wib, dengan dalih apa pun tak bisa dibenarkan. Alasan tentara, yang katanya diancam warga, juga sama sekali tak benar adanya.
Faktanya, warga diserang dari arah utara oleh sebarisan tentara bersenjata pada titik perempatan jalan JJLS sekitar 500 meter di selatan desa. Beberapa warga dan bahkan petani yang baru pulang dari bekerja di lahan terkena tembakan. Beberapa lainnya diserang, ditendang, dipukul dengan kayu maupun popor senjata. Semua dilakukan dengan membabi buta.
Warga yang tercerai-berai ini diburu dan dikeroyok di seputar JJLS. Bahkan belasan sepeda motor yang diparkir di sekitar lnkasi juga jadi sasaran amuk brutal gerombolan tentara.

Tercatat ada 14 korban berjatuhan dan terluka, terdiri dari 2 orang pingsan, 4 orang luka tembak, 1 mengalami patah kaki. Ada 13 sepeda motor rusak parah pada bodi, blok mesin jebol, bak oli dijejali dengan pasir. Dan amuk tentara brutal ini masih dilanjutkan dengan sweeping ke pemukiman warga. Suara letusan dekat anak dan perempuan yang ketakutan, dobrakan yang menjebolkan pintu rumah, dan razia semena-mena mencekam desa yang teraniaya.

Selasa, 19 April 2011

Brutalisme Tentara - 1

Provokasi tentara pada Sabtu {16/4} itu telah berhasil memicu kemarahan warga Setrojenar yang tengah dalam himpitan konflik. Aksi blokade Senin (11/4) massa untuk menolak rencana ujicoba 7 meriam bikinan Korsel-USA memang menyisakan barikade di beberapa titik jalan desa itu. Spanduk penolkan juga dibentangkan di dekat kompleks DislitbangAD yang dijaga oleh tentara dari kesatuan Yon 403-Yogyakarta.

Pembongkaran barikade warga dan penurunan spanduk penolakan, oleh tentara ini lah yang memicu kemarahan massa rakyat yang pada akhirnya juga disikapi reaksioner oleh tentara dengan serangan membabibuta dan sweeping hingga sore harinya.

Ziarah Makam "Kerung".

Sebelum insiden serangan tentara bersenjata terhadap warga sipil dan petani itu terjadi, FPPKS tengah menggelar ziarah kubur di makam "Kerung" desa Setrojenar, sebelah barat jalur pertanian dukuh Godi. Di kompleks makam ini terdapat 5 kuburan anak desa Serojenar yang mati karena ledakan bom mortir sisa latihan (22/3/1997). Ziarah diikuti oleh 20 warga, terdiri dari orangtua korban, kerabat dan aktivis FPPKS, serta 3 petugas intel Polres Kebumen

Ziarah ke malam korban ini dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa latihan tentara dan ujicoba senjata berat telah menimbulkan berbagai kerugian hingga korban nyawa. Juga untuk mendoakan agar arwah para korban ini mendapatkan ampunan dan tempat yang mulia di sisi Allah SWT.
Namun begitu acara ziarah selesai, warga desa telah berkumpul di jalanan desa. Dan langsung memperbaiki blokade yang dibongkar tentara. Aksi spontan dan tak terencana ini berlanjut dengan merubuhkan gapura DislitbangAD di sisi timur kantor Camat Buluspesantren. Massa yang marah karena provokasi tentara yang membongkar blokade dan menurunkan spanduk penolakan warga, juga bergerak merusak pintu bangunan menara pengawas berlantai tiga dan gudang penampungan peluru sisa latihan yang tak difungsikan, di lokasi dekat pesisir Setrojenar.

Kedua bangunan ini telah sejak puluhan tahun lalu dibangun di lahan milik petani desa, tanpa ijin pemiliknya. Rupanya aksi spontan warga ini, telah dibalas dengan brutal oleh tentara..