Faktanya, warga diserang dari arah utara oleh sebarisan tentara bersenjata pada titik perempatan jalan JJLS sekitar 500 meter di selatan desa. Beberapa warga dan bahkan petani yang baru pulang dari bekerja di lahan terkena tembakan. Beberapa lainnya diserang, ditendang, dipukul dengan kayu maupun popor senjata. Semua dilakukan dengan membabi buta.
Warga yang tercerai-berai ini diburu dan dikeroyok di seputar JJLS. Bahkan belasan sepeda motor yang diparkir di sekitar lnkasi juga jadi sasaran amuk brutal gerombolan tentara.
Tercatat ada 14 korban berjatuhan dan terluka, terdiri dari 2 orang pingsan, 4 orang luka tembak, 1 mengalami patah kaki. Ada 13 sepeda motor rusak parah pada bodi, blok mesin jebol, bak oli dijejali dengan pasir. Dan amuk tentara brutal ini masih dilanjutkan dengan sweeping ke pemukiman warga. Suara letusan dekat anak dan perempuan yang ketakutan, dobrakan yang menjebolkan pintu rumah, dan razia semena-mena mencekam desa yang teraniaya.










