This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 26 Juli 2012

Belajar mendengar dari petani Tarsi

Penolakan petani kawasan pesisir Urutsewu terhadap pertambangan pasirbesi di wilayahnya, sejatinya include dengan penolakan pemanfaatan kawasan pertanian pesisir ini untuk latihan militer dan ujicoba senjata berat TNI. Ada kaitan antara keduanya. Terhadap resistensi petani ini, pihak pemerintah, termasuk DPRD bukannya berbaik mengajak bicara para petani dalam forum yang adil. Tetapi rupanya lebih memaksakan kehendak untuk menetapkan kawasan pertanian pesisir sebagai kawasan hankam dan pertambangan pasirbesi. Banyak manipulasi terjadi dalam proses dikeluarkannya ijin tambang.    

Belajar Mendengar dari Sinto

Sinto. Representasi perempuan petani Urutsewu dari desa Wiromartan, Mirit, Kebumen; desa pesisir paling timur yang pertama terjamah ekspoitasi tambang pasirbesi pt.MNC; korporasi tambang Jakarta yang telah memulai penambangan pasirbesi di pesisir selatan Kebumen. 
Sinto bersama para perempuan pesisir lainnya menjadi bagian dari barisan aksi penolakan tambang yang mengancam ekologi kawasan pertanian hortikultura. Aksi penolakan ini diambil pada 20 Juni 2012; di saat DPRD Kebumen menggelar pleno pandangan akhir fraksi-fraksi terhadap draft Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW). Lebih dari 4000 KK petani pesisir gempung marah dan tak habis pikir; kenapa penolakan petani terhadap eksploitasi pertambangan dan okupasi lahan-lahan pertanian untuk latihan militer serta ujicoba senjata, pada akhirnya bakal dikandaskan oleh sepotong regulasi.