KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Rencana beroperasinya PT
Semen Gombong yang terletak di Desa Nogoraji, Kecamatan Buayan, bukan
isapan jempol belaka. Saat ini, proses pendirian pabrik semen ini sudah
mencapai tahap akhir analasis mengenai dampak lingkungan (Amdal).
Pada acara sosialisasi PT Semen Gombong di Ruang Jatijajar Komplek
Pendopo Bupati, Rabu (22/10) Sekda Adi Pandoyo meminta pihak PT Semen
Gombong nantinya melibatkan semua elemen masyarakat pada Focus Group
Discussion (FGD) terkait rencana pendirian pabrik. Baik masyarakat yang
mendukung maupun yang menolak pabrik semen.
“Lebih baik diselesaikan sekarang, daripada persoalan muncul kemudian.
Semuanya harus dilibatkan, jangan hanya yang pro saja,” pinta Adi
Pandoyo.
Rencananya PT Semen Gombong, anak usaha PT Medco milik pengusaha Arifin
Panigoro akan menambang bukit kapur Gombong selatan, tepatnya di
Kecamatan Buayan dan Rowokele.
“Sebenarnya pada tahun 1996, sudah memiliki Amdal. Tetapi karena
terhambat krisis moneter, tidak jadi dibangun. Sekarang harus mengulang
prosesnya dari awal dan saat ini masih menunggu proses Andalnya,”
ujarnya.
Dari AMDAL PT Semen Gombong di tahun 1996, anak usaha PT Medco berencana
menambang bukit kapur Gombong selatan. Dari perencanaan tersebut,
perbukitan karst di Gombong Selatan akan ditambang hingga 200 tahun ke
depan dengan kapasitas produksi mencapai 1,8 – 2 juta ton per tahun.
Saat ini, pabrik PT Semen Gombong sudah berlokasi di Desa Nogoraji,
Kecamatan Buayan dengan persiapan lahan seluas 50 hektare. Sedangkan,
lahan yang akan ditambang mencapai 501 hektare.
Lahan tersebut dengan rincian luas bukit kapur yang akan ditambang 271
hektare dan untuk tambang tanah liat sebagai campuran bahan semen,
mencapai sekitar 231 hektare. Kedua lahan tersebut berada di Kecamatan
Buayan dan Rowokele. (RadarBanyumas)
0 komentar:
Posting Komentar