November 6, 2013 @ 12:08 pm
Jakarta, EnergiToday--Beban ekologi Pulau Jawa saat ini sedang terancam. Data Jaringan Advokasi Tambang menyebutkan dari hasil investigasi Jaringan Advokasi Tambang menemukan angka yang fantastik dalam data sebaran tambang Kars di Pulau Jawa.
Hingga tahun 2013, jumlah izin tambang Karst yang tersebar di Pulau Jawa berjumlah 76 Izin, yang berada di 23 Kabupaten, 42 Kecamatan dan 52 Desa dengan total luas Konsesi Tambang Karst Seluas 34.944,90 Ha
Manajer Penggalangan Dukungan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Andika mengatakan sebaran tambang Karst berada di titik vital, terutama daerah pegunungan yang merupakan cadangan air bagi warga setempat. Juga merupakan resapan air paling penting bagi pertanian.
"Masalah mendasar dari perluasan tambang Kars berdampak pada agraria dan ekologis. Berdasarkan hal itu tampaknya negara ingin mengabaikan kepentingan masyarakat pedesaan, terutama petani atas akses sumber-sumber agraria yang terancam," kata Andika di Jakarta beberapa waktu lalu (4/11/2013) .
Apalagi menurut Andika sebagian besar proses pemburukan ekologi itu dipacu lewat galisasi daerah seperti Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 – 2029, Perda RTRW Kabupaten Kebumen nomor 23 tahun 2012 menyebutkan bentang alam Karst Gombong memiliki luas lebih kurang 4.894 hektare dan seterusnya.
JATAM menghawatirkan, ekologi Jawa yang kian kolaps dari waktu ke waktu apabilah tambang Kars di eksploitasi lebih mendalam lagi. Sudah sepatutnya, ekologi Jawa diperhitungkan dalam aspek keselamatan penghuninya.
Saat ini beberapa rencana investasi baru seperti rencana pembangunan investasi pabrik semen Lafarge SA produsen semen terbesar di dunia dan PT Semen Bosowa di Jawa Timur, PT Ultratech Minning Indonesia di Wono Giri bisa memicu ledakan monopoli lahan dan gangguang ekologi secara cepat dan massif. Oleh karena itu, tambang Kars penting untuk ditinjau kembali sebagai sebuah kebijakan pembangunan.(tnc/alf)
http://energitoday.com/2013/11/06/penambangan-karst-sudah-merisaukan/






0 komentar:
Posting Komentar