Reporter : Chandra Iswinarno | Senin, 18 November 2013 23:46
Penambang kapur di Gombong. ©2013 Merdeka.comMerdeka.com - Aktivis lingkungan minta rencana pembangunan pabrik semen PT Gombong di Desa Nogoraji Kecamatan Buayan Kebumen Jawa Tengah segera dihentikan. Mereka khawatir pembangunan tersebut akan berdampak pada terganggunya pasokan air bersih dan persoalan lingkungan lainnya.
Anggota Presidium Dewan Kehutanan Nasional (DKN) Kamar Masyarakat Regio Jawa Tengah, Sungging Septivianto mengatakan, deretan bukit karst di Gombong Selatan merupakan wilayah perlindungan air yang sangat penting bagi untuk masyarakat sekitar. Menurutnya, jika kawasan ini ditambang secara besar-besaran maka akan berdampak terhadap keberlanjutan pasokan air.
Selain itu, dia juga meminta supaya penambangan kapur yang dilakukan rakyat juga harus dikendalikan. "Kalau ini terus dilakukan, daya dukung lingkungan Pulau Jawa terus menurun akibat pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan. Apalagi, Kebumen merupakan salah satu daerah yang sangat rawan longsor dan banjir," katanya, Senin (18/11).
Terpisah, Koordinator Jaringan Advokasi Tambang, Hendrik Siregar menegaskan penambangan bukit karst di Gombong selatan akan menambah rusak lingkungan dan terganggunya pasokan air bersih dari gua kapur yang ada. "Pemerintah daerah harus menolak pabrik ini, Jawa semakin kritis ketersediaan air bersihnya," katanya.
Menurutnya, Pulau Jawa, kaya akan kapur yang menjadi bahan mentah pembuatan semen. Di sisi lain, wilayah karst merupakan daerah serapan air paling bagus sehingga ketersediaan air di Jawa bisa semakin kritis. Dia mengakui, pemerintah tidak konsisten dengan menetapkan kawasan karst sebagai kawasan konservasi tapi di sisi lain memperbolehkan investor membangun pabrik semen.
"Aneh, jika memang ditetapkan menjadi kawasan konservasi mengapa harus dibongkar," ujarnya.
Dari Analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) PT Semen Gombong di tahun 1996, anak usaha PT Medco berencana menambang bukit kapur Gombong selatan. Dari perencanaan tersebut, perbukitan karst di Gombong Selatan akan ditambang hingga 200 tahun ke depan dengan kapasitas produksi mencapai 1,8-2 juta ton per tahun.
Saat ini, pabrik PT Semen Gombong sudah berlokasi di Desa Nogoraji Kecamatan Buayan dengan persiapan lahan seluas 50 hektare. Sedangkan, lahan yang akan ditambang mencapai 501 hektare dengan rincian luas bukit kapur yang akan ditambang 271 hektare dan untuk tambang tanah liat sebagai campuran bahan semen, mencapai sekitar 231 hektare. Kedua lahan tersebut berada di Kecamatan Buayan dan Rowokele.
Geologist PT Semen Gombong, I Wayan Tirka Laksana, sebelumnya menjamin pabrik yang akan dibangun nantinya menggunakan teknologi ramah lingkungan. Selain itu, ia mengungkapkan dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan kapur akan terminimalisasi dengan penggunaan teknologi modern.
"Dari rancangan yang dibuat, pembangunan pabrik akan meminimalkan dampak debu, bahkan tidak akan ada debu. Selain itu, kami akan menjamin pasokan air melimpah yang bisa digunakan masyarakat sekitar pabrik," katanya.
Dari hasil survei Dinas Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Kebumen menyebutkan, luas sebaran batu gamping di wilayah pegunungan karst Gombong selatan seluas 5083,5 hektare. Jumlah tersebut setara dengan 389,25 juta metrik ton. "Jika ditambang selama 100 tahun, jumlah tersebut tidak akan habis," kata Kepala Seksi Perizinan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Kebumen, Karyanto.
[hhw]







0 komentar:
Posting Komentar